Tampilkan postingan dengan label Zona Moto GP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zona Moto GP. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Maret 2013

Decak Kagum Marc Marquez

Marc Marquez Mengundang Penasaran
Marc Marquez mungkin masih asing didengar oleh para pecinta balap MotoGP. Namun, aksi debutan juara Moto2 musim kemarin itu, pada tes MotoGP kemarin ternyata mengundang penasaran bagi para bintang dan fans MotoGP lainnya.

Marquez dua kali mengikuti sesi pramusim yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia, belum lama ini. Meski menjalani musim perdananya, pembalap anyar Repsol Honda membuktikkan diri mampu bersaing dengan pembalap MotoGP yang sudah lebih dulu berkecimpung di ajang yang sama. Sebut saja Jorge Lorenzo, Valentino Rossi dan rekan setimnya sendiri Dani Pedrosa.

Selama enam kali tes dengan waktu yang terpisah, Marquez rata-rata mampu menembus tiga besar selama tes tersebut. Bahkan yang terakhir, pembalap asal Spanyol itu berhasil finis kedua di belakang Pedrosa. Bahkan, Marquez berhasil mengalahkan catatan waktu yang dibuat juara bertahan Lorenzo dan juara dunia tujuh kali Rossi.

Dalam tes terakhir menjelang MotoGP yang berlangsung 28 Febuari 2013 itu, Marquez berhasil mencatat waktu 2m00.643 detik. Hebatnya, catatan waktu pembalap 20 tahun itu lebih cepat dari Lorenzo yang harus puas menempati peringkat ketiga. Praktis, aksi gemilang Marquez itu mendapatkan pujian khusus dari pembalap veteran Rossi.

“Saya sangat menikmatinya karena gaya membalap Marquez sangat spektakuler. Dia membalap sangat serius. Saya sangat menyukainya. Bagi saya gaya membalap Marquez sama dengan Casey Stoner, itu karena pembalap Honda memang seperti ini,” ujar Rossi ketika itu.

Kendati demikian, Marquez sadar tidak akan mudah membalap di MotoGP. Pembalap pengganti Stoner itu mengaku senang bisa berduel dengan Rossi dalam tes tersebut. Saya cukup senang. Awalnya memang sangat aneh (untuk membalap dengan Rossi). Tapi sangat bagus karena saya melihat seorang pembalap berpengalaman dan saya belajar hanya dalam tiga putaran,” jelas Marquez.

Tapi, pembalap 20 tahun itu mengaku masih mengumpulkan rasa percaya diri untuk tampil maksimal di MotoGP. Marquez mengawali karier sebagai pembalap di kelas 125 musim 2008. Dua tahun berikutnya pembalap kelahiran Cervera itu menjadi juara. Semusim berikutnya, Marquez pindah ke kelas 250cc pada musim 2010 dan menjadi juara pada musim 2012.

“Saya harus meningkatkan banyak hal dan untuk mengerti lebih cepat ketika kami mengubah settingan pada motor. Di Moto2, ketika kami melakukan perubahan dari lap pertama saya bisa mengetahui arah motor dan apa masalahnya,” kata Marquez.

Minggu, 23 Desember 2012

Grand Prix Moto GP Musim 2013

Grand Prix Moto GP Musim 2013
Gaya membalap yang sangat agresif dan membahayakan bakal mendapat penalti yang setimpal mulai grand prix musim 2013. Penalti baru yang dikenakan pada sistem poin itu akan diperkenalkan kepada ketiga kelas di kejuaraan MotoGP mendatang.

Poin yang diberikan antara satu hingga 10, tergantung kepada tingkatan pelanggaran yang dilakukan sang pebalap. Jika akumulasi poin pelanggaran seorang pebalap mencapai 10, maka dia dipastikan akan absen dalam satu seri balapan.
Poin yang diberikan antara satu hingga 10, tergantung kepada tingkatan pelanggaran yang dilakukan sang pebalap. Jika akumulasi poin pelanggaran seorang pebalap mencapai 10, maka dia dipastikan akan absen dalam satu seri balapan.

Sementara itu untuk pebalap yang mencapai poin empat akan dihukum start dari grid belakang, sedangkan jika poin pelanggaran itu mencapai tujuh, maka sang pebalap akan start dari pit lane. Apabila seorang pebalap sudah mencapai angka 10, maka poin pelanggarannya itu dimulai lagi dari nol dan dia tak punya utang pelanggaran untuk dibawa ke seri selanjutnya.

Sistem penalti poin baru ini diberikan untuk berusaha membangun konsistensi para pebalap yang sering "ugal-ugalan" sehingga membahayakan pebalap lain, ataupun melakukan pelanggaran lainnya.

Selama ini, Direktur Lomba kerab mendapat komplain dari paddock, menyusul berbagai insiden yang terjadi, serta kurangnya konsistensi dalam memberikan hukuman. Diharapkan, hukuman baru tersebut akan memberikan efek sadar bagi para pebalap yang biasanya tampil sangat agresif.

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, termasuk orang yang sangat agresif di lintasan balapan. Pebalap Spanyol ini kerab terlibat dalam beberapa kecelakaan yang kontroversial, termasuk tabrakan dengan kompatriotnya, Pol Espargaro, pada GP Catalunya bulan Juni lalu, serta insiden terakhir dengan pebalap Italia, Simonce Corse, yang membuatnya dihukum start dari grid paling belakang pada seri terakhir Moto2 di Valencia.

Sistem poin ini tidak hanya diterapkan saat kecelakaan di trek. Pebalap Moto3 asal Finlandia, Niklas Ajo, dihukum dua kali pada musim lalu akibat mendorong seorang marshal  di Jerez dan terhadap seorang pebalap, menyusul sebuah kecelakaan di Indianapolis. Sistem penalti poin ini juga akan berlaku pada insiden-insiden seperti itu, dan diharapkan bisa menjadi pencegah untuk terjadinya insiden tak diinginkan.

Sistem penalti baru ini diterima setelah diadakan sebuah pertemuan Grand Prix Commission di Madrid pekan lalu, dan sebuah pernyataan menyebutkan: "Telah diakui bahwa ada kebutuhan untuk mengatasi masalah pebalap yang terus-menerus diperingatkan atau dihukum karena membahayakan pebalap lain atau melakukan pelanggaran serius lainnya seperti menyerang marshal atau petugas lainnya. Untuk mengatasi masalah ini sistem baru Poin Penalti disetujui. Race Direction bisa memberikan sanksi kepada pebalap dengan jumlah Poin Penalti antara satu dan sepuluh. Hal ini dapat menjadi pengganti atau di samping sanksi lainnya."


Sumber :MCN

Sabtu, 22 Desember 2012

Kembalinya Rossi Di Musim 2013

Valentino Rossi motogp
Kembalinya Valentino Rossi ke Yamaha sebagai rekan satu tim Jorge Lorenzo akan membuat tahun penuh gejolak bagi kru tim asal Jepang dan manajemen yang menganggap tokoh kunci sebagai pembalap pertama Yamaha adalah Rossi.

Masao Furusawa, maestro di belakang pengembangan motor YZR-M1 Yamaha dan bos tim selama Rossi meraih empat gelar juara dunia dan 46 kemenangan grand prix balapan MotoGP, memprediksi persaingan kedua pasangan pembalap itu akan menyebabkan kegalauan pada tim Yamaha.

Furusawa mengakhiri dinasnya bersama Yamaha pada akhir tahun 2010 diikuti dengan Rossi yang akhirnya memutuskan kepindahannya ke tim Ducati.

Pada musim terakhir mereka bersama-sama di Yamaha, Rossi dan Lorenzo bersitegang dengan membangun dinding pemisah di garasi tim Yamaha.

“Saya menyadari itu akan menjadi sebuah tontonan yang baik untuk para fans dengan kembalinya Valentino dan Jorge dalam satu garasi yang sama lagi, tetapi ini akan menjadi tahun yang sangat sulit bagi orang-orang yang hidup di dalam garasi itu,” kata Furusawa yang dikutip media Motosprint.

“Saya pikir [Rossi dan Lorenzo] akan bersaing ketat dan itu akan menjadi tontonan yang hebat, tetapi juga akan menjadi masalah besar bagi tim Yamaha.

“Aku tidak bisa melihat siapa pun dapat mengelola situasi itu, yang menurut pendapat saya akan semakin keras dan lebih keras.”

Furusawa mengatakan dinamika tim telah memainkan peran dalam hubungan yang retak antara kedua pembalap pada tahun 2010, dan memperingatkan bahwa ada potensi ketegangan yang sama terjadi lagi.

“Sebelum Jorge tiba di Yamaha, Nakajima sangat menyukai Valentino. Lalu ia mulai lebih memilih Jorge, karena kadang-kadang sulit untuk menangani Valentino. Karena Jorge masih muda dan mudah untuk ditangani.

“Bersama Lorenzo semuanya berjalan baik di Yamaha sampai mereka mempelajari pengalaman dirinya bernegosiasi dengan Honda, pada awal tahun 2012.

“[Masahiko] Nakajima benar-benar merasa terluka dan berubah sikap terhadap dirinya, ia sadar bahwa Jorge berperilaku seperti pembalap lain, dalam arti bahwa ia memperhatikan kepentingan dirinya sendiri, dengan kembalinya Valentino dalam suasana tim seperti itu saya tidak tahu apa yang mungkin terjadi nantinya.”

Furusawa mengatakan Rossi sudah mempertanyakan keputusan ia pindah ke tim Ducati pada musim panas 2011. Dia mendukung pembalap Italia itu untuk menikmati kesuksesan dengan kembali ke tim Yamaha, dan menggunakan kembali “motor”nya’.

“Valentino dan saya masih terus berhubungan,” jelas Furusawa. “Aku selalu mempunyai kesempatan untuk bertemu dengannya selama musim panas pada tahun 2011, dia mengatakan kepada saya bahwa meninggalkan Yamaha telah menjadi kesalahan besarnya.

“Saya pikir dia masih kompetitif dan menurut pendapat saya dia akan tetap cepat. Karena saat dia menjadi lebih tua, ia banyak berlatih untuk menjaga kebugaran dan kecepatan dengan pembalap-pembalap yang lebih muda.

sumber: autosport

Jumat, 14 Desember 2012

MotoGP 2012

Bergabung kembalinya Valentino Rossi ke Yamaha tidak hanya akan mengulang rivalitasnya dengan Jorge Lorenzo. Menurut Lorenzo, Rossi juga akan membuat dirinya semakin kuat di musim depan.

Bukan rahasia lagi apabila Rossi dan Lorenzo memiliki 'sejarah' kurang sedap saat keduanya menjadi rekan se-tim pada 2008 hingga 2010.

Kedua pebalap memiliki rivalitas sengit di dalam dan di luar lintasan. Garasi Rossi dan Lorenzo mesti diberi sekat dan Yamaha mengeluarkan larangan berbagi data motor di antara keduanya, yang diyakini atas permintaan The Doctor.

Namun demikian, pebalap Spanyol ini hanya mengambil sisi positif dari kedatangan Rossi kembali ke tim 'Garpu Tala'. Rossi diyakini akan meningkatkan motivasi dan fokus Lorenzo di musim depan yang akan menjadikan dia sebagai ancaman kuat untuk meraih gelar.

"Semua pebalap ingin segala hal yang datang semudah mungkin. Itu adalah perasaan yang alami."Semua orang ingin menang dengan mudah dan mendapat sukses tanpa banyak kesulitan," sahut Lorenzo kepada MCN.

"Tapi aku pikir kedatangan Valentino adalah sebuah hal yang bagus untukku. Itu juga bagus untuk Yamaha karena mereka memiliki banyak rider yang kuat."

"Ini adalah kesempatan bagi Valentino juga untuk menunjukkan apa yang bisa dialkukan di lintasan dan aku pikir dia akan merasa lebih nyaman di trek dengan sebuah motor yang lebih mudah dikendarai," kata juara dunia dua kali itu.

"Jujur saja, itu juga akan membantuku menjadi lebih kuat untuk memiliki kesempatan, sekali lagi, mengalahkan salah satu pebalap terbaik dalam sejarah. Dan aku pikir dia punya sebuah kesempatan bagus untuk menunjukkan bahwa dia masih bisa menang."

( rin / nds )

Rabu, 12 Desember 2012

Yamaha Lorenzo Rossi Moto GP

Yamaha Lorenzo Rossi Moto GP
Kembalinya Valentino Rossi di jok Yamaha Factory musim depan, sempat menyelipkan kenangan hangat tentang rivalitas dan friksi keduanya di pikiran publik. Namun kekhawatiran tersebut coba diredam Yamaha bahwa ketegangan di antara mereka takkan lagi terjadi.

Saat bertandem di tim garpu tala untuk pertama kalinya antara musim 2008 sampai 2010, sudah menjadi rahasia umum bahwa terdapat persaingan dengan tensi hangat, antara Lorenzo dan Rossi. Selepas itu, Rossi pun pindah tim ke Ducati dan Lorenzo tetap bersama Yamaha dengan ditemani Ben Spies sebagai suksesor Rossi.

Spies yang musim 2012 tampil buruk, akhirnya menuju pintu keluar Yamaha. Hal serupa dialami Rossi dengan pabrikan Italia itu dan di penghujung musim, Rossi dipastikan kembali ke Yamaha dan lagi-lagi berduet dengan X’Fuera (Porfuera) – julukan Lorenzo. Apakah keduanya akan kembali memugar friksi?

“Saya harap tidak. Mereka berubah banyak setelah berpisah dan pengalaman terakhir kali, akan membantu hubungan mereka,” papar bos Yamaha, Massimo Meregalli.

“Saya tidak mengharapkan konflik yang sama dan kali ini, Yamaha harus padu tanpa adanya tembok tebal di antara mereka,” lanjutnya, seperti dilansir MCN, Selasa (11/12/2012).

Terhadap kembalinya Rossi, ada saja selentingan opini publik yang mengatakan, Rossi ingin comeback karena merasa gagal di Ducati. Pendapat lain ada yang berbunyi, Rossi ingin pembuktian kembali soal reputasinya dan Yamaha, bisa menjadi wahana pemulihan nama besarnya.

“Valentino adalah Valentino dan dia tak butuh mendemonstrasikan apapun lagi. Tak ada lagi yang harus dibuktikannya,” sambung Meregalli membela rider berjuluk The Doctor tersebut.

“Tak lama lagi usianya 34 tahun dan risiko pembalap di usia segitu, amat berbeda dari pembalap usia 23 tahun. Namun pengalaman akan menyeimbangkan semua itu. Tiap kali dia meraih hasil bagus di Ducati, tiap kali itu pula dia menunjukkan diri bahwa dia masih berada di level puncak,” tuntasnya.
(raw)